Lazada.co.id

lazzada

Wednesday, October 30, 2013

Menganalisa Kemanan Website Menggunakan Websecurify

Perkembangan teknologi informasi khususnya internet sangat luar biasa pesatnya. Hampir semua sistem informasi dibangun berbasis web. Namun, sayangnya tidak semua website dibangun dengan aman. Ada beberapa website (mungkin ribuan bahkan jutaan) yang mempunyai banyak kelemahan (vulnerabilities). Bahkan website resmi salah satu kampus di Indonesia terdapat bayak sekali kelemahan (eror), yang jika tidak diperbaiki bisa dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan perusakan. Salah satu tool yang bisa digunakan untuk menganalisa keamanan website adalah websecurify. Tool ini bisa dijanlankan di berbagai sistem operasi baik windows, linux maupun mac os. Websecurify bisa didownload di sini

Cara menginstalnya pun cukup mudah. Untuk sistem operasi Windows tinggal mendownload file dengan ekstensi .exe. Setelah selesai didwonload jalankan file tersebut dengan cara klik dua kali, sama seperti program-program yang lain. Kemudian dijalankan melalui start menu. 

Untuk sistem operasi Linux khususya Ubuntu, download file websecurify yang berekstensi .tar.gz. Setelah selesai download ekstrak file tersebut. Jika anda tidak terbiasa menggunakan terminal, cukup dengan klik kanan pada file tersebut pilih ekstract here. Untuk menjalankanya melalui terminal, masuk ke folder tempat dimana websecurify diekstrak. Misal saya ekstrak di Documents/Websecurify. Menggunakan perintah 'cd /Documents/Websecurify' untuk masuk ke folder tempat hasil ekstrak. Untuk menjalankanya menggunakan perintah 'xulrunner --app application.ini' tanpa tanda petik. Maka akan tampil websecurify berbasis GUI. 

Tool ini juga tersedia pada Backtrack 4 ke atas. Untuk Backtrack 3 harus menginstal secara manual.

Setelah antarmuka websecurify tampil, pilih File, Start Test, kemudian masukkan alamat website yang akan dianalisa. websecurify akan menganalisa kelemahan (error) website serta mnegambil screenshoot pada bagian yang error. Disamping itu websecurify akan memberikan solusi. Berikut contoh hasil analisa kemanan website resmi salah satu kampus di Indonesia. 



Tulisan ini sengaja dibuat untuk kepentingan pendidikan semata agar kita bisa mengetahui celah keamanan sebuah website. Penulis tidak bertanggung jawab terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab setelah membaca tulisan ini. Semoga bermanfaat.

Saturday, October 5, 2013

Materi dan Tugas Pertemuan 4

Berikut ini link untuk mendownload materi tambahan dan mengerjakan tugas pertemuan 4. Materi tersebut tersebut hanya garis besarnya saja, materi yang lengkap ada pada buku referensi. Anda juga dapat membaca sumber referensi lain yang relevan.


Materi tambahan pertemuan 4

Tugas Pertemuan 4

Wednesday, October 2, 2013

Tugas Mandiri Pertemuan 3

Berikut ini link untuk mengerjakan tugas mandiri individu untuk pertemuan 3. Anda bisa menggunakan sumber belajar apapun yang relevan. Jawaban tidak terbatas pada modul dari BSI. Batas waktu pengerjaan tugas sebelum pertemuan 4. Tugas dikerjakan secara online (paperless) secara individu tidak boleh kerja sama. Plagiarisme (menyontek/copy paste) akan mengakibatkan nilai tugas 0. Yakin dengan kemampuan sendiri dan berusaha maksimal. 


Tugas Mandiri Pertemuan 3

Berikut ini link untuk mengerjakan tugas mandiri individu untuk pertemuan 3. Anda bisa menggunakan sumber belajar apapun yang relevan.

Saturday, September 28, 2013

Quiz Mata Kuliah Sistem Operasi


Buat perbandingan antara sistem operasi Linux dan Windows:
  1. Kelompok 1 (manajemen file)
  2. Kelompok 2 (manajemen proses)
  3. Kelompok 3 (manajemen I/O)
  4. Kelompok 4 (penjadwalan cpu)
  5. Kelompok 5 (manajemen memori)
  6. Kelompok 6 (thread)
  7. Kelompok 7 (protection and security)

Pembagian kelompok sebagai berikut:
  1. Kelompok 1 (no absen 1-9)
  2. Kelompok 2 (no absen 10-18)
  3. Kelompok 3 (no absen 19-27)
  4. Kelompok 4 (no absen 28-36)
  5. Kelompok 5 (no absen 37-44)
  6. Kelompok 6 (no absen 45-52)
  7. Kelompok 7 (no absen 53-60)

Kalimat di dalam kurung adalah judul topik bahasan. Tugas dikerjakan dengan selengkap-lengkapnya, tidak ada pembatasan halaman. Anda diperbolehkan menggunakan referensi dari manapun (buku, intenet, dsb) asal sesuai dengan topik bahasan. Tugas dikerjakan menggunakan aplikasi pengolah kata (MS Office, Libre Office, Open Office, dsb) dengan format halaman awal berisi judul topik bahasan dan anggota kelompok, selanjutnya adalah perbandingan sistem operasi Linux dan Windows sesuai topik bahasan. Tugas dikumpulkan dengan dikirimkan melalui email/paperless (tidak menggunakan kertas) ke bekti.bms@bsi.ac.id dengan judul Subjek email [topik bahasan] – [kelas]. Contoh Manajemen File – 12.3A paling lambat 29 Oktober 2013 Pukul 24.00. Contek menyontek (copy-paste) mengakibatkan nilai tugas = 0.

Anda dapat menggunakan buku referensi berikut untuk mengerjakan quiz.

Sistem Operasi Windows

Sistem Operasi Linux

Buku tersebut tidak mutlak, anda dapat menggunakan sumber belajar lain yang sesuai dengan topik bahasan.

Thursday, September 26, 2013

Tugas Pertemuan 2 SO

Berikut link untuk mengerjakan tugas pertemuan 2. Ikuti petunjuk soal, setelah menyelesaikan menjawab soal silakan klik kirim, jawaban anda terkirim dan anda sudah dinyatakan mengumpulkan tugas. Tugas tidak perlu dikumpulkan menggunakan media kertas (paperless). Waktu pengerjaan soal sampai sebelum pertemuan 3. Referensi bisa menggunakan buku apa saja serta sumber apa saja misal dari Internet asal topik bahasanya sama dengan materi yang dipelajari.



Materi Tambahan Pertemuan 2


Tugas Pertemuan 2

Tuesday, September 17, 2013

Tugas Pertemuan 1 Sistem Operasi

Berikut adalah link untuk mengerjakan tugas pertemuan 1 untuk mata kuliah sistem operasi. Buku referensi yang digunakan Operating System Concept, Modern Operating System 3rd Edision dan Modul Belajar. Baca dengan baik-baik perintah yang ada, setelah selesai menjawab klik tombol kirim. Pengerjaan tugas maksimal sebelum pertemuan 2.

Materi Tambahan Pertemuan 1

Tugas Pertemuan 1

Wednesday, June 12, 2013

Menggunakan Button Pada Android dan Memahami Method setOnClickListener

Postingan kali ini tidak akan membuat proyek baru, tetapi hanya akan mereview postingan selanjutnya yang berjudul menggunakan textview dan edittext. Layout dan source code pada postingan ini menggunakan layout dan source code pada postingan tersebut. Sesuai dengan  dengan judulnya pada postingan kali ini kita akan fokus pada Button dan methodnya. Method adalah sebuah penggalan program yang menampilkan suatu pekerjaan atau tugas tertentu. Method adalah istilah pada bahasa pemrograman java, mirip dengan function pada bahasa C ataupun C++, atau juga sub routine pada Visaul Basic. 

Sama seperti objek-objek lainya, misal TextView maupun EditText, Button harus diinisialisai terlebih dahulu agar bisa digunakan. Semua objek yang akan digunakan harus diinisialisasi atau di dalam konsep object oriented diinstansiasi. Inisialisasi dilakukan pada file MainActivity.java, pada folder src. Bentuk inisialisasinya sebagai berikut.

Button btn=(Button)findViewById(R.id.btn);

Setelah diinstansiasi berarti sudah terscipta objek baru yaitu objek btn. Di dalam OOP setiap objek memiliki perilaku atau method atau function atau sub routine. Kita akan membuat sebuah method untuk objek btn, dimana btn ini adalah sebuah Button, oleh karena itu methodnya kira-kira apa yang akan dilakukan atau ditampilkan ketikan Button btn disentuh. Method yang tepat adalah setOnClickListener. Method ini akan selalu mendengarkan klik pada objek Button btn. Dan akan menampilkan sesuatu jika Button btn di-klik.

btn.setOnClickListener(new View.OnClickListener()

Selanjutnya kita akan menentukan apa yang akan dilakukan ketika objek Button btn di-klik. Misalnya ketika Button btn ini di-klik, maka aplikasi akan menampilkan teks yang sudah dimasukkan pada objek EditText. Mengenai penggunaan objek EditText, baca postingan sebelumnya menggunakan textview dan edittext
{
           
     @Override
     public void onClick(View arg0) {
     // TODO Auto-generated method stub
     tampil.setText("Nama anda"+edt.getText().toString());
     }
        });
    }
Sebetulnya pada potongan program di atas kita hanya mengetikkan 'tampil.setText("Nama Anda "+edt.getText().toString());' tanpa tanda petik. Selebihnya akan digenerated otomatis oleh Eclipse. Perintah tersebut artinya adalah bahwa ketika Button btn di-klik maka objek tampil, dimana tampil ini adalah sebuah TextView, akan diset atau diatur sebuah teks yang berbunyi 'Nama anda +teks yang diinput pada EditText, selesai. edt adalah sebuah objek EditText (baca postingan sebelumnya). Bisa juga inputan ini kita simpan pada sebuah variabel, kemudian isi variable kita tampilkan pada objek TextView tampil. Namun variabelnya perlu kita inisialisasi terlebih dahulu, serta kita tentukan variablenya variabel lokal atau variabel global. variable lokal artinya variabel tersebut hanya dikenali pada objek Button btn tersebut, sedangkan variabel global dikenali di seluruh aplikai termasuk di objek yang lain. Misa kita tambahkan variabel nama sebagai variabel lokal, sehingga menjadi seperti berikut. 
String nama=edt.getText().toString();
tampil.setText("Nama Anda "+nama);
Pada potongan program di atas, inputan pada objek EditText edt kita simpan terlebih dahulu pada variabel nama sebelum kita tampilkan pada objek tampil. 

Demikian sedikit mengenai Button, semoga bermanfaat.

Friday, June 7, 2013

Menggunakan TextView dan EditText Pada Android

TextView pada Android digunakan untuk manmpilkan teks atau tulisan pada layar atau perangkat android. Sedangkan EditText digunakan oleh user untuk menginput atau memasukkan tulisan, teks atau angka. Pada tutorial kali ini kita akan membuat aplikasi sederhana untuk memasukkan teks dan kemudian menampikanya di layar perangkat Android. 

Langkah yang pertama kita jalankan Eclipse yang sudah terinstal Android SDK. Langkah-langkah menginstal android sdk pada eclipse ada pada postingan install-android-sdk-pada-eclipse. Setelah eclipse dijalankan, buat proyek android baru dengan cara mengklik File>New>Android Application Project. 
Selanjutnya isi bidang-bidang yang harus diisi, nama aplikasi, minimum sdk, compile with dan sebagainya. Nama aplikasi diisi sesuai dengan nama aplikasi yang kita inginkan. Tidak ada aturan baku mengenani penamaan aplikasi, namun yang paling penting nama aplikasi yang kita buat harus mudah diingat dan mencirikan aplikasi kita. Misal pada aplikasi ini saya namai Teks Input. Untuk bidang-bidang yang lain bisa memilih diantara pilihan yang sudah ada. 

Klik next sampai finish. Selanjutnya kita akan membuat layout aplikasi kita. perlu diingat setiap aplikasi android terdiri dari dua komponen utama yaitu layout dan logika program. Layout aplikasi android dibuat menggunakan baha xml, sedangkan logika program menggunakan bahasa pemrograman java. Layout aplikasi android terletak pada res/layout/activity_main.xml. Buka file activity_main.xml tersebut, ganti kodenya menjadi seperti berikut.
<LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
    xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"
    android:layout_width="match_parent"
    android:layout_height="match_parent"
    android:orientation="vertical" >

    <TextView
        android:layout_width="wrap_content"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:text="@string/nm" />
    <EditText
        android:layout_width="match_parent"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:id="@+id/edt"
        />
    <Button
        android:layout_width="wrap_content"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:text="@string/btn"
        android:id="@+id/btn"/>
    <TextView
        android:layout_width="match_parent"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:text=""
        android:id="@+id/tampil"/>

</LinearLayout>
Selanjutnya buka file strings.xml yang terletak pada folder res/values/, file ini berisi nilai-nilai string yang digunakan pada aplikasi yang kita buat. Ganti kodenya menjadi seperti berikut.
<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<resources>

    <string name="app_name">Text Input</string>
    <string name="action_settings">Settings</string>
    <string name="nm">Nama:</string>
    <string name="btn">OK</string>

</resources>
Selanjutnya kita akan membuat logika program yang secara otomatis tersimpan pada src/com.example.textinput/MainActivity.java. Buka file tersebut dan ganti kodenya menjadi:
package com.example.textinput;

import android.os.Bundle;
import android.app.Activity;
import android.view.Menu;
import android.view.View;
import android.widget.TextView;
import android.widget.EditText;
import android.widget.Button;


public class MainActivity extends Activity {

    @Override
    protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
        super.onCreate(savedInstanceState);
        setContentView(R.layout.activity_main);
        final EditText edt=(EditText)findViewById(R.id.edt);
        Button btn=(Button)findViewById(R.id.btn);
        final TextView tampil=(TextView)findViewById(R.id.tampil);
        btn.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
          
            @Override
            public void onClick(View arg0) {
                // TODO Auto-generated method stub
                tampil.setText("Nama anda"+edt.getText().toString());
            }
        });
    }

    @Override
    public boolean onCreateOptionsMenu(Menu menu) {
        // Inflate the menu; this adds items to the action bar if it is present.
        getMenuInflater().inflate(R.menu.main, menu);
        return true;
    }

}
Setelah selesai mengedit kode program, jalankan emulator atau perangkat virtual android dengan cara klik dua kali AVD Manager pada folder C/Program Files/Android/android sdk, tempat kita menginstal android sdk. Langkah-langkah menginstal android sdk ada pada postingan install-android-sdk-pada-eclipse. Setelah itu jalankan emulator. 

Klik kanan nama proyek android yang kita buat pada Package Explorer Eclipse, pilih Run As, pilih Android Application. Jika ada prompt no devive compatible, pilih yes, kemudian pilih nama emulator yang sedang berjalan, beri tanda centang pada Use Same Device For Future Launches, klik OK. 
Tunggu beberapa saat Eclipse mengupload dan menginstal aplikasi pada emulator. Setelah selesai diinstal pada emulator akan langsung dijalankan, hasilnya sebagai berikut.

 
Selamat mencoba, pertanyaan silakan melalui komentar.
 

Wednesday, June 5, 2013

Install Android SDK Pada Eclipse

Salah satu tool IDE yang bisa digunakan untuk mengembangkan aplikasi berbasis android adalah Eclipse. Namun, agar eclipse bisa kita gunakan untuk membuat aplikasi berbasis android kita harus menginstal Android SDK (Android Software Development Tool) pada eclipse. Ada dua cara penginstallanya, cara yang pertama dengan mendownload dan menginstal eclipse dan android sdk secara terpisah atau sendiri-sendiri. Atau mendownload software eclipse yang sudah di-bundle dengan android sdk. Bagi pemula saya sarankan menggunakan cara yang kedua, yaitu dengan mendownload eclipse yang sudah di-bundle dengan android adk disini untuk windows 32 bit dan disini untuk windows 64 bit. Bagi yang menggunakan platform lain, misal Linux atau Mac bisa mendownload disini. Setelah didownload ekstrak hasil download menggunakan software ekstraksi, misal Winrar atau sejenisnya. Kemudian jalankan eclipse.exe yang terletak pada folder eclipse, serta AVD manager untuk membuat device android virtual pada PC yang terletak pada folder android sdk. Namun kelemahan eclipse yang dibundle dengan android sdk, berdasarkan pengalaman, emulator atau device android virtual harus booting dari awal setiap kali akan digunakan, sehingga memerlukan waktu yang sangat lama. Ini tidak terjadi kalau kita menginstal eclipse dan android sdk sendiri-sendiri. Berikut langkah-langkahnya:

1. Download eclipse, pada kesempatan ini saya menggunakan Eclipse Helios karena memiliki antar muka yang familiar. Eclipse helios dapat didownload disini, pilih Eclipse IDE For Java EE Developers.

2. Pastikan komputer sudah terinstal software java, untuk memeriksanya masuk ke terminal atau cmd pada Windows, ketikan 'java' tanpa tanda petik. Jika java sudah terinstal maka akan muncul parameter-parameter pada software java, kalau muncul peringatan 'java is not recognized internal or eksternal command, operable program or batch file' berarti program java belum terintsal. Untuk menginstalnya download java disini dan ikuti perintah sampai selesai. 

3. Download android sdk disini, klik Download For Other Platforms, pilih platform yang sesuai, Windows 32 atau 64 bit atau Linux 32 atau 64 bit atau Mac. Setelah selesai mendownload, jalankan dan instal sampai selesai. 

4. Jalankan eclipse yang sudah didownload tadi dengan cara megnklik dua kali eclipse.exe yang terletak pada folder eclipse hasil download tadi. Klik help>>Instal New Software, isikan 'http://dl-ssl.google.com/android/eclipse/' tanpa tanda petik pada isian Work with, kemudian klik add, tunggu sebentar beri tanda centang pada Developer Tool, pilih next sampai selesai instalasi.
5. Perlu waktu yang cukup lama untuk mendownload paket dari google. Jika sudah selesai restart eclipse dan eclipse sudah terinstall android sdk. 

Selanjutnya kita akan mengkonfigurasi android sdk berdasarkan platform android. Kita bisa memilih menginstal platform android dari yang pertama cup cake sampai platform android yang terakhir jelly bean. Kalau kita download semuanya, ukuran download sangat besar bisa mencapai 5 GB, tapi kita bisa juga mendwonload satu platform aja misal platform yang terkahir jelly bean (Android 4.2.2) atau gingerbred (Android 2.3.4). Untuk mendownloadnya klik dua kali ikon Android SDK yang terletak pada folder (biasanya kalau tidak diubah) C/Program Files/Android SDK, folder ketika kita menginstal android sdk pada langkah nomor 3 di atas. Kemudian beri tanda centang pada platform android yang akan didownload, bisa semuanya atau bisa salah satu platform aja. Klik Install Package yang terletak di kanan bawah antar muka android sdk. 
 
Tunggu sampai selesai download. Selagi menunggu download selesai kita konfigurasi emulator atau device virtual android yang akan kita gunakan untuk menjalankan aplikasi android yang kita buat. Dengan cara ini bagi yang tidak mempunyai hp android tetap bisa menjalankan aplikasi pada PC.  Bagi yang mempunyai hp android bisa mencobanya pada hp sesungguhnya. Klik AVD Manager.exe yang terletak pada folder C/Program Files/Android SDK/, klik new, isi AVD name, Device, Target, CPU dan seterusnya seperi gambar berikut. 
 
AVD name bisa diisi sesuai keinginan kita sendiri, bidang lainya bias diisi sesuai pilihan yang ada. Kemudian klik OK, pilih AVD yang sudah kita buat tadi, kemudian klik Start, ada prompt lagi, pilih Launch. Jika berhasil akan tampil seperi berikut. 
Selamat proses instalasi Android SDk pada Eclipse telah selesai, selanjutnya kita akan mencoba untuk membuat aplikasi android baru.

Thursday, May 30, 2013

Simulasi Jaringan Komputer Menggunakan Cisco Packet Tracer

Tulisan ini muncul karena keterbatasan perangkat keras untuk praktik jaringan komputer, khususnya materi tentang routing. Diperlukan hardware yang mahal untuk mempraktikkan cara kerja router ataupun mekanisme routing. Misalkan dalam satu kelas terdapat 30 mahasiswa yang terbagi dalam 6 kelompok yang setiap kelompok beranggotakan 5 orang. Andaikan harga satu router sebesar US $ 500 atau sekitar Rp. 5 juta, maka dibutuhkan Rp. 30 juta untuk membeli perangkat router untuk digunakan sebagai bahan praktik. Cisco, sebagai salah satu perusahaan yang membuat perangkat router mengembangkan sebuah software yang bisa digunakan untuk mensimulasikan router Cisco ataupun mekanisme routing. Software itu bisa di download di sini

Sebetulnya masih banyak software simulasi jaringan komputer yang lain, misal GNS3. Pada kesempatan ini kita akan menggunakan software Cisco Packet Tracer untuk simulasi jaringan. Keuntungan menggunakan software ini selain menghemat biaya adalah fleksibel, simulasi bisa dilakukan dimana saja karena software terinstal pada komputer. Tidak seperti kalau kita menggunakan hardware sungguhan hanya bisa dilakukan di Lab karena hardware tersebut tidak boleh kita bawa pulang, kecuali kalau kita membeli secara pribadi yang harganya cukup mahal.

Setelah mendownload software pada link di atas, jalankan software Cisco Packet Tracer dengan mengklik dua kali ikon pada desktop. Untuk sementara ini software tersebut baru tersedia pada lingkungan Windows. Berikut tampilan awal saat software dijalankan. 
Yang perlu diperhatikan adalah pada bagian kiri bawah, pada bagian tersebut terdapat ikon-ikon hardware yang akan kita praktikkan. Ada hardware umum misal switch, ketika ikon switch diklik maka sebelah kiri akan tampil seri hardware switch. Begitu juga ketika ikon End Device diklik, di sebelah kiri akan tampil pilihan end device mulai dari komputer personal sampai handphone yang dilengkapi dengan wifi. 

Selanjutnya kita akan membuat simulasi jaringan komputer, yang masing-masing jaringan terdiri dari satu buah router, satu buah switch, dan dua buah end device dalam hal ini adalah personal komputer desktop, seperti tampak pada gambar berikut. 
Untuk menghubungan perangkat yang satu dengan perangkat yang lain bisa menggunakan ikon Connection yang mempunyai simbol seperti petir, kemudian akan tampil sebelah kiri jenis koneksi, kita pilih yang paling kiri yang artinya software secara otomatis menentukan jenis koneksi dan port yang digunakan. Koneksi dari PC ke swith menggunakan port fasethernet dan kabel straigh through. Koneksi dari switch ke router menggunakan port fast ethernet dan kabel straight through. Koneksi dari router ke router menggunakan port serial. 

Selanjutnya kita akan mengkonfigurasi masing-masing device supaya kesemua device (PC) ini bisa berkomunikasi. Syarat agar device bisa berkomunikasi, device tersebut terletak di dalam satu jaringan, atau kalau terletak dalam jaringan yang berbeda, seperti gambar di atas, harus dihubungkan menggunakan router, yang nanti akan kita konfigurasi juga. Langkah pertama kita mengkonfigurasi end device yang paling mudah yaitu PC. Kita akan memberikan alamat IP pada msing-masing PC, caranya klik dua kali pada ikon PC, pilih tab Config, pilih interface FastEthernet, pilih IP Address Configuration static dan masukkan nilai IP address 192.168.1.2, subnet mask 255.255.255.0. Pada komputer yang satunya pada jaringan yang sama masukkan IP Address 192.168.1.3. Dab pada komputer yang berbeda jaringan masukkan IP Address 192.168.2.2 dan 192.168.2.3. Subnet mask sama 255.255.255.0, seperti terlihat pada gambar berikut. 
Setelah semua PC kita konfigurasi, kita akan cek konektivitas masing-masing jairngan dengan menggunakan perintah ping. Caranya klik dua kali pada komputer dengan ip address 192.168.1.2, pilih tab Desktop, pilih Command Prompt, pada layar komputer akan tampil warna hitam. Ketik ping 192.168.1.3, apabila konfigurasi benar akan tampil reply seperti gambar berikut.
Kemudian ketik ping 192.168.2.2, akan tampil request time out, karena komputer dengan IP Address 192.168.2.2 berada di luar jaringan, sementara router yang kita gunakan untuk menghubungkan dua jringan tersebut belum kita konfigurasi.

Selanjutnya kita akan mengkonfigurasi router, supaya semua komputer di dalam kedua jaringan tersebut bisa berkomunikasi. Caranya klik dua kali pada ikon router, pilih tab CLI, pilih dialog configuration= no, tekan enter dua kali, maka akan tampil sebagai berikut. 
Selanjutnya ketikan perintah berikut pada router. 
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname SATU
SATU(config)#line vty 0 4
SATU(config-line)#login
% Login disabled on line 66, until 'password' is set
% Login disabled on line 67, until 'password' is set
% Login disabled on line 68, until 'password' is set
% Login disabled on line 69, until 'password' is set
% Login disabled on line 70, until 'password' is set
SATU(config-line)#password password
SATU(config-line)#exit
SATU(config)#enable secret admin
SATU(config)#exit

%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
SATU#int
SATU#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
SATU(config)#int
SATU(config)#interface fast
SATU(config)#interface fastEthernet 0/0
SATU(config-if)#des
SATU(config-if)#description link to lokal SATU
SATU(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
SATU(config-if)#no shut
SATU(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up

SATU(config-if)#exit
SATU(config)#int
SATU(config)#interface serial2/0
SATU(config-if)#ip address 10.1.1.1 255.0.0.0
SATU(config-if)#ban
SATU(config-if)#bandwidth 64
SATU(config-if)#clo
SATU(config-if)#clock rat
SATU(config-if)#clock rate 6400
Unknown clock rate
SATU(config-if)#des
SATU(config-if)#description link to DUA
SATU(config-if)#no shut
SATU(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial2/0, changed state to down
SATU(config-if)#exit
SATU(config)#router rip
SATU(config-router)#network 192.168.1.0
SATU(config-router)#network 10.0.0.0
SATU(config-router)#^Z
SATU#
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

SATU#cop
SATU#copy run
SATU#copy running-config sta
SATU#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
SATU#

Selanjutnya konfigurasi router yang kedua dengan cara yang sama, namun ada perbedaan pada IP Address yang digunakan yaitu, fastethernet 192.168.2.1 dan serial 10.1.1.2 subnet yang digunakan sama dengan subnet mask router SATU. 

Setelah semua dikonfigurasim tunggsu sesaat sampai semua perangkat memuat konfigurasi yang diberikan. 
Selanjutnya kita cek konektivitas mulai dari komputer dengan ip addess 192.168.1.2, klik dua kali pilih tab desktop, pilih command prompt. Ketik ping 192.168.1.3. Komputer dengan ip address 192.168.1.3 berada dalam satu jaringan, sehingga kemungkinan besar langsung otomatis tersambung dengan switch. 
Selanjutnya ketika ping 192.168.1.1, ip address ini adalah ip address port fastethernet router SATU yang terhubung dengan switch. Kalau konfigurasi kita tadi benar akan tampil sebagai berikut. 
Selanjutnya ketik ping 10.1.1.1, ip address ini adalah alamat port serial pada router SATU. Sebelumnya perli ditambahkan alamat gate way untuk masing-masing komputer, caranya klik dua kali ikon komputer, pilih tab config, pilih global setting, masukkan ip address gateway static 192.168.1.1 untuk jaringan satu dan 192.168.2.1 untuk jaringan dua. Kalau benar akan tampil seperti berikut. 
Selanjutnya ketik ping 10.1.1.2, ip address ini adalah port serial pada router DUA. Kalau benar akan tampil seperti berikut. 

Yang terakhir kita akan memeriksa konektivitas dengan salah satu komputer yang terletak pada jaringan dua, dengan menetikkan ping 192.168.2.3. Jika benar hasilnya:
Selesai sudah konfigurasi dua router pada dua jaringan komputer, semakin banyak jumlah jaringan komputer maka jumlah router yang dibutuhkan semakin banyak. Silakan mencoba dengan konfigurasi anda sendiri-sendiri.

Tuesday, April 30, 2013

Kuis Mata Kuliah EPTIK

Silakan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di bawah ini, nilai jawaban ini sebagai nilai tugas mata kuliah EPTIK. Anda hanya diperbolehkan menjawab sekali dan waktu yang digunakan menjawab maksimal 15 menit, setiap kelebihan waktu 1 menit nilai akan dikurangi 0,5 poin. Waktu pengerjaan dari tanggal 30 April sampai dengan 6 Mei 2013.
Berikut link soal Kuis EPTIK