Melanjutkan postingan sebelumnya tentang
Virtual Machine,
pada postingan ini saya akan berbagi cara menjalankan sistem operasi
Linux Ubuntu pada sistem operasi windows. Sehingga dalam satu komputer
yang kita miliki terdapat dua sistem operasi yang berjalan bersama-sama,
bukan bergantian booting. Bisa saja kedua sistem operasi tersebut kita
instal pada hardisk, namun terdapat kekurangan apabila kita ingin
berpindah dari satu sistem operasi ke sistem operasi yang lain, komputer
kita harus restart. agar kita bisa dengan mudah berpindah dari satu
sistem operasi ke sistem operasi yang lain, salah satu sistem operasi
kita instal atau kita jalankan pada lingkungan virtual dalam hal ini
menggunakan software VMWare. Selain VMWare bisa juga menggunakan Virtual
Box. Untuk mendapatkan VMWare bisa menghubungi penulis, sedangkan
virtual box dapat didownload dari
sini. Langkah-langkah pada virtual box sama dengan VMWare.
Langsung saja untuk menjalankan Ubuntu atau sistem operasi yang lain
pada VMWare, yang pertama kita lakukan adalah menginstal VMWare tersebut
pada komputer kita. Selanjutnya kita jalankan VMWare dengan mengklik
ikon VMWare. Selanjutnya kita pilih File>New>Virtual Machine, akan
terlihat seperti gambar berikut.
Kita pilih Typical kemudian kita klik next. Selanjutnya kita akan
diminta letak file iso nya, ada pada CD/DVD atau tersimpan pada hardisk.
Kalau file iso nya terletak di hardisk, pilih Installer Disk Image File
(iso), kemudian browse dimana letaknya, klik open.
Selanjutnya klik next dan isikan nama sistem operasi, nama user serta
password nya. Username hanya boleh menggunakan huruf kecil tanpa spasi.
Setelah itu klik next dan masukkan ukuran hardisknya. Secara default
hardisknya berukuran 20 GB. Ukuran ini sudah cukup untuk menginstal
Linux Ubuntu. Setelah itu klik next, kita bisa mengatur sendiri harware
yang terpasang pada sistem operasi virtual atau kita bisa menggunakan
konfigurasi defaultnya dan sistem operasi virtual langsung kita jalankan
dengan menekan tombol finish serta memberi tanda centang pada Power on
this virtual machine after creation. Kalau kita ingin menjalankan sistem
operasi virtualnya belakangan, tanda centangnya kita hilangkan.
Kita tunggu proses instalasinya sampai selesai dan setelah selesai kita
bisa logon pada sistem operasi virtual kita dengan klik dua kali pada
jendela virtual machine, kemudian masukkan username dan password yang
tadi kita buat.
Kita bisa dengan mudah berpindah dari Ubuntu yang dijalankan pada
virtual machine ke windows yang kita instal pada hardisk. Untuk
berpindah dari windows ke Ubuntu bisa dengan mengklik dua kali jendela
virtual machine. Kalau kita ingin berpindah dari Ubuntu ke Windows
dengan menekan tombol ctrl + alt.
Untuk mematikan Ubuntu yang terpasang secara virtual, bisa dengan
mengklik kanan pada tab Ubuntu pada virtual machine, kemudian pilih
power off. Atau bisa juga dengan mematikan komputer Ubuntu.
Kita juga bisa meng-kustom hardware yang terpasang pada Ubuntu kita,
misal kita mengiginkan ada dua LAN card yang terpasang pada Ubuntu.
Untuk mengatur hardware yang terpasang, sistem operasi virtual kita
matikan terlebih dahulu. Kemudian klik nama virtual sistem operasi kita,
kemudian pilih edit virtual machine. Kita bisa mengedit ukuran memory,
jumlah prosesor, jumlah LAN card yang terpasang, jenis jaringan dengan
sistem operasi utama dan sebagainya
Kita juga bisa menginstal windows versi lain misal windows server 2000
pada lingkungan virtual. Gunanya untuk belajar sistem operasi server.
Caranya master windows server 2000 kita buat file iso nya terlebih
dahulu menggunakan ultra sio atau power iso.
Kelemahan menggunakan VMWare ini adalah pemakaian resource komputer (CPU dan Memori) yang cukup besar, sehingga tidak disarankan bagi yang menggunakan netbook.