Lazada.co.id

lazzada
Showing posts with label Cloud Computing. Show all posts
Showing posts with label Cloud Computing. Show all posts

Thursday, December 13, 2012

Menampilkan Kembali Postingan Yang Terhapus

Postingan ini dilatarbelakangi oleh terhapusnya postingan yang berjudul Menjalankan Ubuntu Pada VMWare. Saya mohon maaf kepada para pembaca sekalian sehubungan dengan ketidaknyamanan yang saya timbulkan :). Beberapa waktu lalu postingan tersebut tidak bisa diakses karena secara tidak sengaja postingan tersebut saya hapus. Kemudian saya mencari informasi bagaimana memunculkan postingan yang telah terhapus dan akhirnya dapat. Pengalaman saya tersebut akan saya sharing disini. 

Untuk memunculkan postingan yang telah terhapus tersebut, domain kita harus sudah di index oleh google karena kita akan memanfaatkan google cache. Langkah yang pertama kita ketikkan nama domain kita pada google search misal bektimaryuni.blogspot.com. Akan muncul hasil pencarian oleh google.

Setelah itu kita arahkan mouse kita pada tanda >> pada postingan yang terhapus. Kemudian klik kanan pada link cache dan pilih open link in new tab.
Setelah itu akan tampil postingan kita yang telah terhapus sebelumnya secara utuh sampai pada komentarnya juga. Untuk menampilkan kembali cukup dengan mengkopi seluruh postingan lengkap dengan gambar dan link-nya ke postingan baru.
Demikian semoga bermanfaat.

Menjalankan Ubuntu Pada VMWare

Melanjutkan postingan sebelumnya tentang Virtual Machine, pada postingan ini saya akan berbagi cara menjalankan sistem operasi Linux Ubuntu pada sistem operasi windows. Sehingga dalam satu komputer yang kita miliki terdapat dua sistem operasi yang berjalan bersama-sama, bukan bergantian booting. Bisa saja kedua sistem operasi tersebut kita instal pada hardisk, namun terdapat kekurangan apabila kita ingin berpindah dari satu sistem operasi ke sistem operasi yang lain, komputer kita harus restart. agar kita bisa dengan mudah berpindah dari satu sistem operasi ke sistem operasi yang lain, salah satu sistem operasi kita instal atau kita jalankan pada lingkungan virtual dalam hal ini menggunakan software VMWare. Selain VMWare bisa juga menggunakan Virtual Box. Untuk mendapatkan VMWare bisa menghubungi penulis, sedangkan virtual box dapat didownload dari sini. Langkah-langkah pada virtual box sama dengan VMWare.

Langsung saja untuk menjalankan Ubuntu atau sistem operasi yang lain pada VMWare, yang pertama kita lakukan adalah menginstal VMWare tersebut pada komputer kita. Selanjutnya kita jalankan VMWare dengan mengklik ikon VMWare. Selanjutnya kita pilih File>New>Virtual Machine, akan terlihat seperti gambar berikut. 
Kita pilih Typical kemudian kita klik next. Selanjutnya kita akan diminta letak file iso nya, ada pada CD/DVD atau tersimpan pada hardisk. Kalau file iso nya terletak di hardisk, pilih Installer Disk Image File (iso), kemudian browse dimana letaknya, klik open.

Selanjutnya klik next dan isikan nama sistem operasi, nama user serta password nya. Username hanya boleh menggunakan huruf kecil tanpa spasi.


Setelah itu klik next dan masukkan ukuran hardisknya. Secara default hardisknya berukuran 20 GB. Ukuran ini sudah cukup untuk menginstal Linux Ubuntu. Setelah itu klik next, kita bisa mengatur sendiri harware yang terpasang pada sistem operasi virtual atau kita bisa menggunakan konfigurasi defaultnya dan sistem operasi virtual langsung kita jalankan dengan menekan tombol finish serta memberi tanda centang pada Power on this virtual machine after creation. Kalau kita ingin menjalankan sistem operasi virtualnya belakangan, tanda centangnya kita hilangkan.
Kita tunggu proses instalasinya sampai selesai dan setelah selesai kita bisa logon pada sistem operasi virtual kita dengan klik dua kali pada jendela virtual machine, kemudian masukkan username dan password yang tadi kita buat. 
Kita bisa dengan mudah berpindah dari Ubuntu yang dijalankan pada virtual machine ke windows yang kita instal pada hardisk. Untuk berpindah dari windows ke Ubuntu bisa dengan mengklik dua kali jendela virtual machine. Kalau kita ingin berpindah dari Ubuntu ke Windows dengan menekan tombol ctrl + alt. 

Untuk mematikan Ubuntu yang terpasang secara virtual, bisa dengan mengklik kanan pada tab Ubuntu pada virtual machine, kemudian pilih power off. Atau bisa juga dengan mematikan komputer Ubuntu. 
Kita juga bisa meng-kustom hardware yang terpasang pada Ubuntu kita, misal kita mengiginkan ada dua LAN card yang terpasang pada Ubuntu. Untuk mengatur hardware yang terpasang, sistem operasi virtual kita matikan terlebih dahulu. Kemudian klik nama virtual sistem operasi kita, kemudian pilih edit virtual machine. Kita bisa mengedit ukuran memory, jumlah prosesor, jumlah LAN card yang terpasang, jenis jaringan dengan sistem operasi utama dan sebagainya 
Kita juga bisa menginstal windows versi lain misal windows server 2000 pada lingkungan virtual. Gunanya untuk belajar sistem operasi server. Caranya master windows server 2000 kita buat file iso nya terlebih dahulu menggunakan ultra sio atau power iso.
Kelemahan menggunakan VMWare ini adalah pemakaian resource komputer (CPU dan Memori) yang cukup besar, sehingga tidak disarankan bagi yang menggunakan netbook. 

Tuesday, November 27, 2012

Virtual Machine, Makhluk Apakah Itu?

Beberapa diantara kita menginginkan komputernya terinstal beberapa sistem operasi. Dan kedua sistem operasi tersebut bisa dijalankan tanpa mengganggu satu sama lain. Hal ini mempermudah kita yang sedang belajar sistem operasi. Kita bisa membandingkan sistem operasi yang satu dengan sistem operasi lainya. Beberapa sistem operasi, mengharuskan untuk memformat seluruh hardisk ketika akan menginstal sistem operasi. Bisa saja kita menyediakan partisi hardisk khusus untuk menginstal sistem operasi tersebut, namun caranya cukup rumit untuk seorang pemula yang baru belajar sistem operasi tertentu. Ataupu kalau bisa kadang-kadang terjadi permasalahan yaitu sistem operasi yang satunya tidak kebaca pada saat booting.

Ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menginstal beberapa sistem operasi dalam satu mesin komputer. Yaitu menggunakan virtual machine. Virtual machine adalah sebuah mesin virtual yang kita gunakan untuk menjalankan sebuah sistem operasi pada sistem operasi inang (host). Virtual machine tersebut sebagai software untuk menjalankan sistem operasi pada sistem operasi yang lain (host).


Berdasarkan gambar tersebut terlihat ada sebuah physical machine (mesin fisik) yang merupakan tempat terinstalnya sistem operasi utama atau inang atahu host. dengan menggunakan virtual machine kita bisa membuat sistem operasi-sistem operasi yang lain, secara virtual. Kita bisa beralih dari sistem operasi utama ke sistem operasi virtual atau sebaliknya dengan mudah. Antar sistem operasi tersebut juga saling terhubung satu sama lain melalui virtual network adapter. Kita bisa mengkonfigurasi jenis jaringan antar sistem operasi-sistem operasi tersebut. Apakah menggunakan mode Bridge atau NAT. Kalau kita menggunakan mode bridge outside network (internet) dan sistem operasi utama bisa mengakses sistem operasi virtual dan sebaliknya. Tetapi kalau kita menggunakan NAT, sistem operasi virtual bisa mengakses sistem operasi utama dan outside network (internet) tetapi outside network (internet) dan sistem operasi utama tidak bisa mengakses sistem operasi virtual. Mana yang kita pilih tergantung dari kebutuhan. Kalau kita mau aman pilih NAT.

Layaknya sebuah jaringan komputer, kita bisa mengkonfigurasi jaringan misal membuat gateway, menyeting IP Address, membuat firewall bahkan kita juga bisa membuat server dan sebagainya. Namun, diantara kelebihan-kelebihanya, virtual machine juga mempunyai kelemahan. Virtual machine yang sedang menjalankan sebuah sistem operasi membutuhkan resource komputer yang cukup besar, yang akan mengakibatkan komputer menjadi lambat atau bisa juga hang bila sistem operasi yang dijalankan lebih dari satu.

Ada dua software virtual machine yang cukup terkenal yaitu virtual box yang dapat didownload pada laman https://www.virtualbox.org/ dan VMWare. Namun untuk dapat menggunakan VMWare kita harus membeli lisensinya sementara virtual box bersifat open source.

Tuesday, November 6, 2012

Membuat kuesioner online menggunakan Google Formulir

Ketika kita melakukan penelitian sering kali kita menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Kita membagikan kuesioner tersebut sebagai alat ukur kepada responden penelitian. Setelah diisi oleh responden penelitian selanjutnya kita membuat rekap hasil kuesioner untuk kita olah menggunakan software SPSS. Nah, seringkali kita merasa ribet atau bahkan dibuat pusing memasukkan data dari kuesioner ke dalam aplikasi spreadsheet, karena banyaknya kuesioner yang kita bagikan ke responden penelitian. Google Drive menyediakan aplikasi untuk membuat kuesioner serta membagikan kepada responden penelitian secara online. Hasil dari pengisian kuesioner oleh responden penelitian langsung direkap ke dalam format aplikasi spreadsheet, misal xls. Berikut langkah-langkah untuk membuat kuesioner online menggunakan Google Drive.

Pertama kita buka dulu akun Google kita, aplikasi ini hanya tersedia untuk pengguna akun google (gmail). Pada bagian atas klik Drive, maka kita akan langsung dibawa ke halaman Google Drive. Berikut tampilanya.


Langkah kedua klik pada ikon BUAT atau CREATE kemudian pilih Formulir, akan tampil halaman untuk mengedit formulir atau kuesioner yang kita buat.


Langkah selanjutnya kita tinggal mengedit kuesioner milik kita. Kita bisa menggunakan berbagai macam skala pengukuran misal skala likert ataupun semantik diferensial. Atau kita menginginkan jawaban dari responden berupa teks. Kita juga bisa menambahkan pertanyaan yang wajib dijawab. Pada tahapan ini buat kuesioner online kita betul-betul mirip dengan kuesioner yang menggunakan kertas. Kita bisa mengatur Judul kuesioner, deskripsi kuesioner, pertanyaan, bantuan pertanyaan kalau ada, skala dan label. Bahkan kita juga bisa mengatur tampilan kuesioner kita agar menarik. Tersedia puluhan tema yang bisa digunakan untuk mengatur tampilanya.

Setelah kuesioner kita buat sesuai keinginan kita langkah selanjutnya adalah membagikanya kepada responden penelitian. Cara untuk membagikanya cukup dengan klik email formulir ini, kemudian masukkan alamat email responden, kemudian klik kirim. Secara otomatis formulir akan terkirim ke alamat email responden.


Selanjutnya kita tinggal menunggu responden penelitian agar mengisi kuesioner yang kita berikan. Kita bisa melakukan beberapa treatmen agar responden mau mengisi kuesioner yang kita bagikan misal dengan SMS atau dengan pengumuman.

Setelah responden mengisi kuesioner yang kita berikan, rekap kuesioner bisa kita lihat pada Google Drive dengan nama file sesuai dengan nama kuesioner kita. Untuk melihat rekap kuesioner kita, klik pada nama kuesioner maka akan tampil rekap kuesioner hasil pengisian responden dalam format spreadsheet. Kita tinggal memindahkanya di SPSS untuk dianalaisis.

Bagi responden penelitian tidak perlu repot. Untuk mengisi kuesioner cukup dengan mengklik link yang dikirimkan lewat email oleh si peneliti dan ikuti perintah yang ada. Berikut contoh tampilan kuesioner.

Aplikasi ini merupakan salah satu bentuk layanan Cloud Computing. Kita tidak perlu menyimpan file kuesionernya di komputer kita. File kuesioner kita simpan di Google drive. Kita juga tidak perlu menginstal aplikasi untuk membuat kuesioner di komputer kita, aplikasi untuk membuat kuesioner sudah tersedia di Google drive. Disini Google drive berperan sebagai data center. Layanan ini termasuk dalam jenis IAAS dan SAAS. IAAS adalah infrastruktur As A Service, dimana Google Drive sebagai tempat penyimpanan juga memberikan fasilitas jaringan dengan mengirimkan email ke reaponden. SAAS adalah Software As A Service, dimana aplikasi sudah tersedia di Google Drive yaitu Google formulir.

Aplikasi ini tidak hanya digunakan untuk membuat kuesioner saja, tetapi bisa juga digunakan untuk membuat formulir pendaftaran, pemesanan, komentar dan lain-lain yang bisa kita sematkan di blog atau web site kita.


Monday, October 29, 2012

Pengertian cloud computing

Cloud computing adalah suatu paradigma baru dalam ilmu komputasi dimana semua layanan komputasi disediakan oleh penyedia layanan berbasis internet. Layanan komputasi ini misalnya server, jaringan, media penyimpanan, software, platform dan lain-lain.

Sebagai analoginya misal kita menggunakan energi listrik untuk menyalakan peralatan listrik (televisi, setrika, mesin cuci, dan sebagainya). Ketika kita akan menggunakan peralatan tersebut kita tinggal memasukkan colokan listrik ke stop kontak yang terhubung dengan jaringan listrik PLN. Kita tidak perlu tahu bagaimana energi listrik itu dibangkitkan dan disalurkan sampai ke rumah-rumah kita. Sama halnya dengan cloud computing kita tidak perlu tahu bagaimana menghubungkan server ke internet, bagaimana membangun jaringan komputer, kita cukup berinterakasi dengan antar mukanya saja untuk mendapatkan layanan tersebut (server, jaringan, media penyimpanan dan lain-lain).  Salah satu contoh layanan cloud computing yang murah bahkan gratis adalah google drive.

Cloud computing menawarkan tiga jenis layanan yaitu Infrastruktur As A Service (IAAS), Software As A Service (SAAS) dan Platform As A Service (PAAS). IAAS memberikan layanan misalnya server internet, media penyimpanan dan jaringan. SAAS memberikan layanan berupa software atau perangkat lunak. Software sudah terinstal pada datacenter, komputer kita tidak perlu menginstal software lagi.  PAAS memberikan layanan platform dimana kita bisa membuat aplikasi berdasarkan platform yang diberikan. Sebagai contoh misalnya google drive, menawarkan layanan kepada kita berupa media penyimpanan secara online. Layanan ini termasuk ke dalam jenis layanan IAAS. Sehingga kita bisa mengakses file-file kita yang kita simpan di google drive dimana pun kita berada baik menggunakan personal computer maupun smartphone. Tentunya, karena layanan ini berbasis internet, kualitas internet sangat menentukan.

File-file kita yang tersimpan dalam gogle drive juga bisa kita bagikan (share) kepada orang lain, baik secara langsung maupun dilampirkan dalam email. kita tidak perlu memiliki media penyimpanan sendiri karena media penyimpanan sudah disediakan oleh google drive. Kita juga tidak perlu membangun jaringan komputer, karena jaringan komputer sudah disediakan oleh google drive. Bagaimana kalau kita mau mengedit file tersebut? Misal file tersebut berupa file dokumen. Kita cukup menggunakan aplikasi pengolah kata yang sudah tersedia pada google drive, yaitu google drive dokumen. Kita bisa mengeditnya dimana saja dan kapan saja. Bagaimana kalau kita ingin berkolaborasi mengedit file yang sama, kita juga bisa menggunakan google drive dokumen tersebut. Tinggal kita bagikan kepada orang lain melalui email, kita bisa mengeditnya bersama-sama.

Cloud computing menawarkan berbagai kemudahan kepada kita dengan biaya yang minimal. Namun cloud computing juga mempunyai kelemahan, yaitu masalah privasi. Kita menempatkan file pribadi kita pada penyedia layanan cloud, otomatis kita menempatkan file pribadi kita pada server milik orang lain. Tentu akan mejadi masalah apabila file kita dilihat, diakses atau bahkan disebar luaskan oleh orang lain. Namun kita tidak perlu khawatir, para penyedia layanan cloud mestinya akan senantiasa melindungi informasi pribadi klienya. Permasalahan selanjutnya adalah koneksi internet. Layanan cloud computing diberikan berbasis internet, sehingga kualitas internet sangat menentukan baik buruknya layanan cloud. Apalagi seperti kita ketahui bersama, kecepatan akses internet di Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan negara lain di Asia.