Lazada.co.id

lazzada

Friday, June 7, 2013

Menggunakan TextView dan EditText Pada Android

TextView pada Android digunakan untuk manmpilkan teks atau tulisan pada layar atau perangkat android. Sedangkan EditText digunakan oleh user untuk menginput atau memasukkan tulisan, teks atau angka. Pada tutorial kali ini kita akan membuat aplikasi sederhana untuk memasukkan teks dan kemudian menampikanya di layar perangkat Android. 

Langkah yang pertama kita jalankan Eclipse yang sudah terinstal Android SDK. Langkah-langkah menginstal android sdk pada eclipse ada pada postingan install-android-sdk-pada-eclipse. Setelah eclipse dijalankan, buat proyek android baru dengan cara mengklik File>New>Android Application Project. 
Selanjutnya isi bidang-bidang yang harus diisi, nama aplikasi, minimum sdk, compile with dan sebagainya. Nama aplikasi diisi sesuai dengan nama aplikasi yang kita inginkan. Tidak ada aturan baku mengenani penamaan aplikasi, namun yang paling penting nama aplikasi yang kita buat harus mudah diingat dan mencirikan aplikasi kita. Misal pada aplikasi ini saya namai Teks Input. Untuk bidang-bidang yang lain bisa memilih diantara pilihan yang sudah ada. 

Klik next sampai finish. Selanjutnya kita akan membuat layout aplikasi kita. perlu diingat setiap aplikasi android terdiri dari dua komponen utama yaitu layout dan logika program. Layout aplikasi android dibuat menggunakan baha xml, sedangkan logika program menggunakan bahasa pemrograman java. Layout aplikasi android terletak pada res/layout/activity_main.xml. Buka file activity_main.xml tersebut, ganti kodenya menjadi seperti berikut.
<LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
    xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"
    android:layout_width="match_parent"
    android:layout_height="match_parent"
    android:orientation="vertical" >

    <TextView
        android:layout_width="wrap_content"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:text="@string/nm" />
    <EditText
        android:layout_width="match_parent"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:id="@+id/edt"
        />
    <Button
        android:layout_width="wrap_content"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:text="@string/btn"
        android:id="@+id/btn"/>
    <TextView
        android:layout_width="match_parent"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:text=""
        android:id="@+id/tampil"/>

</LinearLayout>
Selanjutnya buka file strings.xml yang terletak pada folder res/values/, file ini berisi nilai-nilai string yang digunakan pada aplikasi yang kita buat. Ganti kodenya menjadi seperti berikut.
<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<resources>

    <string name="app_name">Text Input</string>
    <string name="action_settings">Settings</string>
    <string name="nm">Nama:</string>
    <string name="btn">OK</string>

</resources>
Selanjutnya kita akan membuat logika program yang secara otomatis tersimpan pada src/com.example.textinput/MainActivity.java. Buka file tersebut dan ganti kodenya menjadi:
package com.example.textinput;

import android.os.Bundle;
import android.app.Activity;
import android.view.Menu;
import android.view.View;
import android.widget.TextView;
import android.widget.EditText;
import android.widget.Button;


public class MainActivity extends Activity {

    @Override
    protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
        super.onCreate(savedInstanceState);
        setContentView(R.layout.activity_main);
        final EditText edt=(EditText)findViewById(R.id.edt);
        Button btn=(Button)findViewById(R.id.btn);
        final TextView tampil=(TextView)findViewById(R.id.tampil);
        btn.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
          
            @Override
            public void onClick(View arg0) {
                // TODO Auto-generated method stub
                tampil.setText("Nama anda"+edt.getText().toString());
            }
        });
    }

    @Override
    public boolean onCreateOptionsMenu(Menu menu) {
        // Inflate the menu; this adds items to the action bar if it is present.
        getMenuInflater().inflate(R.menu.main, menu);
        return true;
    }

}
Setelah selesai mengedit kode program, jalankan emulator atau perangkat virtual android dengan cara klik dua kali AVD Manager pada folder C/Program Files/Android/android sdk, tempat kita menginstal android sdk. Langkah-langkah menginstal android sdk ada pada postingan install-android-sdk-pada-eclipse. Setelah itu jalankan emulator. 

Klik kanan nama proyek android yang kita buat pada Package Explorer Eclipse, pilih Run As, pilih Android Application. Jika ada prompt no devive compatible, pilih yes, kemudian pilih nama emulator yang sedang berjalan, beri tanda centang pada Use Same Device For Future Launches, klik OK. 
Tunggu beberapa saat Eclipse mengupload dan menginstal aplikasi pada emulator. Setelah selesai diinstal pada emulator akan langsung dijalankan, hasilnya sebagai berikut.

 
Selamat mencoba, pertanyaan silakan melalui komentar.
 

Wednesday, June 5, 2013

Install Android SDK Pada Eclipse

Salah satu tool IDE yang bisa digunakan untuk mengembangkan aplikasi berbasis android adalah Eclipse. Namun, agar eclipse bisa kita gunakan untuk membuat aplikasi berbasis android kita harus menginstal Android SDK (Android Software Development Tool) pada eclipse. Ada dua cara penginstallanya, cara yang pertama dengan mendownload dan menginstal eclipse dan android sdk secara terpisah atau sendiri-sendiri. Atau mendownload software eclipse yang sudah di-bundle dengan android sdk. Bagi pemula saya sarankan menggunakan cara yang kedua, yaitu dengan mendownload eclipse yang sudah di-bundle dengan android adk disini untuk windows 32 bit dan disini untuk windows 64 bit. Bagi yang menggunakan platform lain, misal Linux atau Mac bisa mendownload disini. Setelah didownload ekstrak hasil download menggunakan software ekstraksi, misal Winrar atau sejenisnya. Kemudian jalankan eclipse.exe yang terletak pada folder eclipse, serta AVD manager untuk membuat device android virtual pada PC yang terletak pada folder android sdk. Namun kelemahan eclipse yang dibundle dengan android sdk, berdasarkan pengalaman, emulator atau device android virtual harus booting dari awal setiap kali akan digunakan, sehingga memerlukan waktu yang sangat lama. Ini tidak terjadi kalau kita menginstal eclipse dan android sdk sendiri-sendiri. Berikut langkah-langkahnya:

1. Download eclipse, pada kesempatan ini saya menggunakan Eclipse Helios karena memiliki antar muka yang familiar. Eclipse helios dapat didownload disini, pilih Eclipse IDE For Java EE Developers.

2. Pastikan komputer sudah terinstal software java, untuk memeriksanya masuk ke terminal atau cmd pada Windows, ketikan 'java' tanpa tanda petik. Jika java sudah terinstal maka akan muncul parameter-parameter pada software java, kalau muncul peringatan 'java is not recognized internal or eksternal command, operable program or batch file' berarti program java belum terintsal. Untuk menginstalnya download java disini dan ikuti perintah sampai selesai. 

3. Download android sdk disini, klik Download For Other Platforms, pilih platform yang sesuai, Windows 32 atau 64 bit atau Linux 32 atau 64 bit atau Mac. Setelah selesai mendownload, jalankan dan instal sampai selesai. 

4. Jalankan eclipse yang sudah didownload tadi dengan cara megnklik dua kali eclipse.exe yang terletak pada folder eclipse hasil download tadi. Klik help>>Instal New Software, isikan 'http://dl-ssl.google.com/android/eclipse/' tanpa tanda petik pada isian Work with, kemudian klik add, tunggu sebentar beri tanda centang pada Developer Tool, pilih next sampai selesai instalasi.
5. Perlu waktu yang cukup lama untuk mendownload paket dari google. Jika sudah selesai restart eclipse dan eclipse sudah terinstall android sdk. 

Selanjutnya kita akan mengkonfigurasi android sdk berdasarkan platform android. Kita bisa memilih menginstal platform android dari yang pertama cup cake sampai platform android yang terakhir jelly bean. Kalau kita download semuanya, ukuran download sangat besar bisa mencapai 5 GB, tapi kita bisa juga mendwonload satu platform aja misal platform yang terkahir jelly bean (Android 4.2.2) atau gingerbred (Android 2.3.4). Untuk mendownloadnya klik dua kali ikon Android SDK yang terletak pada folder (biasanya kalau tidak diubah) C/Program Files/Android SDK, folder ketika kita menginstal android sdk pada langkah nomor 3 di atas. Kemudian beri tanda centang pada platform android yang akan didownload, bisa semuanya atau bisa salah satu platform aja. Klik Install Package yang terletak di kanan bawah antar muka android sdk. 
 
Tunggu sampai selesai download. Selagi menunggu download selesai kita konfigurasi emulator atau device virtual android yang akan kita gunakan untuk menjalankan aplikasi android yang kita buat. Dengan cara ini bagi yang tidak mempunyai hp android tetap bisa menjalankan aplikasi pada PC.  Bagi yang mempunyai hp android bisa mencobanya pada hp sesungguhnya. Klik AVD Manager.exe yang terletak pada folder C/Program Files/Android SDK/, klik new, isi AVD name, Device, Target, CPU dan seterusnya seperi gambar berikut. 
 
AVD name bisa diisi sesuai keinginan kita sendiri, bidang lainya bias diisi sesuai pilihan yang ada. Kemudian klik OK, pilih AVD yang sudah kita buat tadi, kemudian klik Start, ada prompt lagi, pilih Launch. Jika berhasil akan tampil seperi berikut. 
Selamat proses instalasi Android SDk pada Eclipse telah selesai, selanjutnya kita akan mencoba untuk membuat aplikasi android baru.

Thursday, May 30, 2013

Simulasi Jaringan Komputer Menggunakan Cisco Packet Tracer

Tulisan ini muncul karena keterbatasan perangkat keras untuk praktik jaringan komputer, khususnya materi tentang routing. Diperlukan hardware yang mahal untuk mempraktikkan cara kerja router ataupun mekanisme routing. Misalkan dalam satu kelas terdapat 30 mahasiswa yang terbagi dalam 6 kelompok yang setiap kelompok beranggotakan 5 orang. Andaikan harga satu router sebesar US $ 500 atau sekitar Rp. 5 juta, maka dibutuhkan Rp. 30 juta untuk membeli perangkat router untuk digunakan sebagai bahan praktik. Cisco, sebagai salah satu perusahaan yang membuat perangkat router mengembangkan sebuah software yang bisa digunakan untuk mensimulasikan router Cisco ataupun mekanisme routing. Software itu bisa di download di sini

Sebetulnya masih banyak software simulasi jaringan komputer yang lain, misal GNS3. Pada kesempatan ini kita akan menggunakan software Cisco Packet Tracer untuk simulasi jaringan. Keuntungan menggunakan software ini selain menghemat biaya adalah fleksibel, simulasi bisa dilakukan dimana saja karena software terinstal pada komputer. Tidak seperti kalau kita menggunakan hardware sungguhan hanya bisa dilakukan di Lab karena hardware tersebut tidak boleh kita bawa pulang, kecuali kalau kita membeli secara pribadi yang harganya cukup mahal.

Setelah mendownload software pada link di atas, jalankan software Cisco Packet Tracer dengan mengklik dua kali ikon pada desktop. Untuk sementara ini software tersebut baru tersedia pada lingkungan Windows. Berikut tampilan awal saat software dijalankan. 
Yang perlu diperhatikan adalah pada bagian kiri bawah, pada bagian tersebut terdapat ikon-ikon hardware yang akan kita praktikkan. Ada hardware umum misal switch, ketika ikon switch diklik maka sebelah kiri akan tampil seri hardware switch. Begitu juga ketika ikon End Device diklik, di sebelah kiri akan tampil pilihan end device mulai dari komputer personal sampai handphone yang dilengkapi dengan wifi. 

Selanjutnya kita akan membuat simulasi jaringan komputer, yang masing-masing jaringan terdiri dari satu buah router, satu buah switch, dan dua buah end device dalam hal ini adalah personal komputer desktop, seperti tampak pada gambar berikut. 
Untuk menghubungan perangkat yang satu dengan perangkat yang lain bisa menggunakan ikon Connection yang mempunyai simbol seperti petir, kemudian akan tampil sebelah kiri jenis koneksi, kita pilih yang paling kiri yang artinya software secara otomatis menentukan jenis koneksi dan port yang digunakan. Koneksi dari PC ke swith menggunakan port fasethernet dan kabel straigh through. Koneksi dari switch ke router menggunakan port fast ethernet dan kabel straight through. Koneksi dari router ke router menggunakan port serial. 

Selanjutnya kita akan mengkonfigurasi masing-masing device supaya kesemua device (PC) ini bisa berkomunikasi. Syarat agar device bisa berkomunikasi, device tersebut terletak di dalam satu jaringan, atau kalau terletak dalam jaringan yang berbeda, seperti gambar di atas, harus dihubungkan menggunakan router, yang nanti akan kita konfigurasi juga. Langkah pertama kita mengkonfigurasi end device yang paling mudah yaitu PC. Kita akan memberikan alamat IP pada msing-masing PC, caranya klik dua kali pada ikon PC, pilih tab Config, pilih interface FastEthernet, pilih IP Address Configuration static dan masukkan nilai IP address 192.168.1.2, subnet mask 255.255.255.0. Pada komputer yang satunya pada jaringan yang sama masukkan IP Address 192.168.1.3. Dab pada komputer yang berbeda jaringan masukkan IP Address 192.168.2.2 dan 192.168.2.3. Subnet mask sama 255.255.255.0, seperti terlihat pada gambar berikut. 
Setelah semua PC kita konfigurasi, kita akan cek konektivitas masing-masing jairngan dengan menggunakan perintah ping. Caranya klik dua kali pada komputer dengan ip address 192.168.1.2, pilih tab Desktop, pilih Command Prompt, pada layar komputer akan tampil warna hitam. Ketik ping 192.168.1.3, apabila konfigurasi benar akan tampil reply seperti gambar berikut.
Kemudian ketik ping 192.168.2.2, akan tampil request time out, karena komputer dengan IP Address 192.168.2.2 berada di luar jaringan, sementara router yang kita gunakan untuk menghubungkan dua jringan tersebut belum kita konfigurasi.

Selanjutnya kita akan mengkonfigurasi router, supaya semua komputer di dalam kedua jaringan tersebut bisa berkomunikasi. Caranya klik dua kali pada ikon router, pilih tab CLI, pilih dialog configuration= no, tekan enter dua kali, maka akan tampil sebagai berikut. 
Selanjutnya ketikan perintah berikut pada router. 
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname SATU
SATU(config)#line vty 0 4
SATU(config-line)#login
% Login disabled on line 66, until 'password' is set
% Login disabled on line 67, until 'password' is set
% Login disabled on line 68, until 'password' is set
% Login disabled on line 69, until 'password' is set
% Login disabled on line 70, until 'password' is set
SATU(config-line)#password password
SATU(config-line)#exit
SATU(config)#enable secret admin
SATU(config)#exit

%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
SATU#int
SATU#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
SATU(config)#int
SATU(config)#interface fast
SATU(config)#interface fastEthernet 0/0
SATU(config-if)#des
SATU(config-if)#description link to lokal SATU
SATU(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
SATU(config-if)#no shut
SATU(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up

SATU(config-if)#exit
SATU(config)#int
SATU(config)#interface serial2/0
SATU(config-if)#ip address 10.1.1.1 255.0.0.0
SATU(config-if)#ban
SATU(config-if)#bandwidth 64
SATU(config-if)#clo
SATU(config-if)#clock rat
SATU(config-if)#clock rate 6400
Unknown clock rate
SATU(config-if)#des
SATU(config-if)#description link to DUA
SATU(config-if)#no shut
SATU(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial2/0, changed state to down
SATU(config-if)#exit
SATU(config)#router rip
SATU(config-router)#network 192.168.1.0
SATU(config-router)#network 10.0.0.0
SATU(config-router)#^Z
SATU#
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

SATU#cop
SATU#copy run
SATU#copy running-config sta
SATU#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK]
SATU#

Selanjutnya konfigurasi router yang kedua dengan cara yang sama, namun ada perbedaan pada IP Address yang digunakan yaitu, fastethernet 192.168.2.1 dan serial 10.1.1.2 subnet yang digunakan sama dengan subnet mask router SATU. 

Setelah semua dikonfigurasim tunggsu sesaat sampai semua perangkat memuat konfigurasi yang diberikan. 
Selanjutnya kita cek konektivitas mulai dari komputer dengan ip addess 192.168.1.2, klik dua kali pilih tab desktop, pilih command prompt. Ketik ping 192.168.1.3. Komputer dengan ip address 192.168.1.3 berada dalam satu jaringan, sehingga kemungkinan besar langsung otomatis tersambung dengan switch. 
Selanjutnya ketika ping 192.168.1.1, ip address ini adalah ip address port fastethernet router SATU yang terhubung dengan switch. Kalau konfigurasi kita tadi benar akan tampil sebagai berikut. 
Selanjutnya ketik ping 10.1.1.1, ip address ini adalah alamat port serial pada router SATU. Sebelumnya perli ditambahkan alamat gate way untuk masing-masing komputer, caranya klik dua kali ikon komputer, pilih tab config, pilih global setting, masukkan ip address gateway static 192.168.1.1 untuk jaringan satu dan 192.168.2.1 untuk jaringan dua. Kalau benar akan tampil seperti berikut. 
Selanjutnya ketik ping 10.1.1.2, ip address ini adalah port serial pada router DUA. Kalau benar akan tampil seperti berikut. 

Yang terakhir kita akan memeriksa konektivitas dengan salah satu komputer yang terletak pada jaringan dua, dengan menetikkan ping 192.168.2.3. Jika benar hasilnya:
Selesai sudah konfigurasi dua router pada dua jaringan komputer, semakin banyak jumlah jaringan komputer maka jumlah router yang dibutuhkan semakin banyak. Silakan mencoba dengan konfigurasi anda sendiri-sendiri.

Tuesday, April 30, 2013

Kuis Mata Kuliah EPTIK

Silakan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di bawah ini, nilai jawaban ini sebagai nilai tugas mata kuliah EPTIK. Anda hanya diperbolehkan menjawab sekali dan waktu yang digunakan menjawab maksimal 15 menit, setiap kelebihan waktu 1 menit nilai akan dikurangi 0,5 poin. Waktu pengerjaan dari tanggal 30 April sampai dengan 6 Mei 2013.
Berikut link soal Kuis EPTIK

Wednesday, December 19, 2012

Membuat Daftar Pustaka Otomatis Menggunakan MS Office 2007

Bagi para pembaca sekalian yang menggunakan MS Office 2007 atau 2010, berikut saya upload video membuat daftar pustaka otomatis. Dalam video ini juga ditunjukkan bagaimana memanfaatkan heading yang ada di MS Office 2007, membuat daftar isi, tabel dan gambar. Salah satu keunggulan MS office 2007 dibandingkan dengan Libre Office adalah kemampuan untuk membuat kutipan atau sitasi sesuai dengan style yang kita inginkan secara otomatis, tanpa harus melakukan konfigurasi seperti di LibreOffice. Pada MS Office 2007 tersedia style APA, Chicago dan lain-lain. Kita juga dapat menambahkan style lainya misal style IEEE yang biasa digunakan untuk penulisan jurnal. 

Tutorial bisa dilihat di sini

Video dapat didownload di Dropbox

Video tersebut berekstensi swf, supaya ukuranya kecil. Untuk membukanya bisa menggunakan browser misal Mozila Firefox yang sudah diinstal plug-in flash player. Cara penginstalanya bisa dilihat di sini

Friday, December 14, 2012

Video Tutorial LibreOffice

Melanjutkan postingan yang berjudul Menggunakan LibreOffice untuk Menulis Tugas Akhir, pada postingan kali ini saya upload versi videonya. Postingan ini memenuhi permintaan dari seorang pembaca. Pada video ini saya menggunakan LibreOffice, sebuah aplikasi pengolah kata Open Source. Aplikasi ini tidak hanya berjalan pada platform Linux tetapi juga pada Windows. Berdasarkan pengalaman saya, penggunaan LibreOffice ini lebih mudah dari pada menggunakan MS Office. Walaupun ada juga kekuranganya, yaitu dari segi otomatisasi LibreOffice kalah dari MS Office. Kekurangan ini tertutupi oleh kemampuan LibreOffice yang mampun memenuhi keinginan user sesuai dengan keinginanya. Keunggulan lain dari LibreOffice dibandingkan MS Office, penyisipan break dan pengaturan halaman untuk masing-masing section jauh lebih mudah dan sederhana dibandingkan MS Office. 

Video tersebut dapat di download di Dropbox

Video tersebut mempunyai ekstensi swf. Untuk membuka video tersebut bisa menggunakan flash player atau bisa juga menggunkan browser yang sudah diinstal flash player. Untuk menginstal flash player di browser Mozila Firefox klik pada tool>Add-Ons, ketikkan shockwave flash pada kotakpencarian. Klik instal pada hasil pencarian shockwave flash.

File hasil pada video tersebut bisa didownload di Dropbox

Thursday, December 13, 2012

Menampilkan Kembali Postingan Yang Terhapus

Postingan ini dilatarbelakangi oleh terhapusnya postingan yang berjudul Menjalankan Ubuntu Pada VMWare. Saya mohon maaf kepada para pembaca sekalian sehubungan dengan ketidaknyamanan yang saya timbulkan :). Beberapa waktu lalu postingan tersebut tidak bisa diakses karena secara tidak sengaja postingan tersebut saya hapus. Kemudian saya mencari informasi bagaimana memunculkan postingan yang telah terhapus dan akhirnya dapat. Pengalaman saya tersebut akan saya sharing disini. 

Untuk memunculkan postingan yang telah terhapus tersebut, domain kita harus sudah di index oleh google karena kita akan memanfaatkan google cache. Langkah yang pertama kita ketikkan nama domain kita pada google search misal bektimaryuni.blogspot.com. Akan muncul hasil pencarian oleh google.

Setelah itu kita arahkan mouse kita pada tanda >> pada postingan yang terhapus. Kemudian klik kanan pada link cache dan pilih open link in new tab.
Setelah itu akan tampil postingan kita yang telah terhapus sebelumnya secara utuh sampai pada komentarnya juga. Untuk menampilkan kembali cukup dengan mengkopi seluruh postingan lengkap dengan gambar dan link-nya ke postingan baru.
Demikian semoga bermanfaat.